Quick menu navigasi :

  1. Pergi ke konten
  2. Pergi ke menu bagian utama
  3. Pergi ke Cari alat
  4. Buka menu Help
  5. Pergi ke modul
  6. Pergi ke daftar cara pintas keyboard

Bantuan menu :

  1. Sanofi Worldwide |
     
  2. Our Websites |
     
  3. Global Business Websites |
     
  4. Hubungi kami |
  5. Peta Situs |
  6. Bantuan
  1. Ukuran font

    Menurunkan Meningkatkan  
 
 

Onkologi / Kanker

Hubungi kami

Sanofi Indonesia

PT Aventis Pharma

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Pulomas, Kayu Putih,
Pulogadung, Jakarta Timur 13210
Indonesia
Tel.: +62 (21) 489 2208
       +62 (21) 489 5608
Fax: +62 (21) 475 1035

Isi :

Onkologi / Kanker

Onkologi

Kanker (tumor ganas) merupakan suatu istilah yang mengacu pada pertumbuhan sel yang abnormal. Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis kanker. Sel kanker dapat terbentuk di jaringan tubuh manapun dan terus bertumbuh tak terkendali. Sel kanker selalu berasal dari sel tubuh normal yang mengalami kerusakan DNA (deoxyribonucleic acid), suat materi seluler yang mengendalikan karakteristik dan pertumbuhan sel.

 

Perbedaan utama sel kanker dengan sel tubuh normal adalah kemampuannya untuk terus bertumbuh tanpa kendali. Sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitar dan pada akhirnya ke organ tubuh lain (penyebaran sel kanker ke organ tubuh lain dinamakan metastasis).

Kanker berbeda dengan tumor jinak. Perbedaannya bukanlah dilihat dari ukurannya, melainkan dari sifat dan kecepatannya bertumbuh. Tumor jinak umumnya tidak terus bertumbuh, tidak menyebar ke jaringan sekitar/organ lain. Sedangkan kanker memiliki sifat sebaliknya. Pemeriksaan yang secara pasti membedakan antara keduanya adalah pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan biopsi. Tidak seperti penyakit tuberkulosis atau diare yang dapat menular, kanker merupakan penyakit yang tidak menular.

Insidens

Sekitar 14,1 juta pasien kanker baru didagnosis tiap tahunnya di seluruh dunia dan sekitar 8,2 juta orang meninggal akibat penyakit kanker.

Di Dunia, 5 kanker tersering pada pria yaitu kanker paru, prostat, kolorektal (usus besar), lambung, dan liver. Sedangkan pada wanita, kanker payudara, kolorektal, serviks (mulut rahim), paru, dan rahim.

Data di Indonesia menurut WHO, 2008, jenis kanker tersering pada pria adalah paru, kolorektal, prostat, liver, nasofaring. Sedangkan pada wanita, kanker payudara, kolorektal, serviks, paru, dan ovarium (indung telur).

Penyebab dan Faktor Risiko (termasuk cara pencegahannya)

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa sel kanker muncul akibat kerusakan DNA. Meskipun kerusakan DNA ini dapat diturunkan, namun umumnya adalah akibat faktor lingkungan, seperti :

  • Asap rokok
  • Sengatan sinar ultraviolet dari matahari saat terik
  • Beberapa jenis virus dan bakteri
  • Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol

Gejala dan Tanda Kanker

Secara umum, saat awal munculnya kanker, seseorang mungkin tidak merasakan adanya gejala. Namun semakin lanjut stadium kanker, gejala dapat muncul dan semakin nyata. Misalnya muncul benjolan di payudara yang semakin membesar dan mudah berdarah atau benjolan di leher akibat kanker nasofaring. Masing-masing jenis kanker akan menyebabkan gejala dan tanda yang berbeda. Kanker yang berasal dari jaringan tepat di bawah kulit umumnya berupa benjolan. Sedangkan kanker pada organ dalam menyebabkan gejala lain (misalnya, kanker paru menyebabkan batuk berdarah; kanker usus besar menyebabkan feses berdarah).

Gejala yang umumnya terjadi pada pasien kanker secara umum adalah demam ringan, kelelahan sepanjang waktu, atau penurunan berat badan yang progresif tanpa sebab nyata. Namun, gejala tersebut juga dapat merupakan akibat dari penyakit selain kanker. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, serta patologi anatomi untuk mendiagnosis kanker dan stadiumnya.

Karena gejala dan tanda akibat penyakit kanker umumnya menjadi nyata sejalan dengan progresifitas penyakit, maka perlu dilakukan pemeriksaan skrining untuk deteksi dini. Semakin dini penyakit kanker didiagnosis dan ditangani, maka semakin baik hasil pengobatannya.

Pemeriksaan Skrining

Pemeriksaan skrining untuk deteksi dini kanker tergantung dari jenis kanker. Tidak semua kanker dapat dilakukan skrining. Harap berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk menetukan pemeriksaan yang diperlukan.

Pilihan Terapi Kanker

Modalitas pilihan terapi kanker saat ini meliputi : pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormonal, imunoterapi, dan transplantasi sel punca (stem cell). Pilihan terapi kanker tergantung dari jenis, stadium, kondisi fisik, dan preferensi individual. Umumnya, terdapat pilihan terapi untuk suatu jenis kanker pada suatu stadium yang memberikan hasil serta efek samping yang berbeda. Untuk itu, perlu komunikasi dengan dokter mengenai terapi yang akan dijalani. Perkembangan terapi kanker sangat pesat akhir-akhir ini dan terlihat penurunan mortalitas akibat kanker.

Menghindari faktor risiko dan melakukan pemeriksaan skrining adalah upaya preventif penyakit kanker. Pilihan terapi yang tepat akan menunjang hasil terapi optimal.


Referensi:

  • American Cancer Society.Cancer Basic.Available from: www.cancer.org
  • World Health Organization. Globocan 2012. Available from: http://globocan/iarc/fr
  • WebMD.Understanding Cancer. Available from: www.webmd.com
  • National Cancer Institute. What you need to know about cancer.2006. Available from : www.cancer.gov

Maret 24, 2014