Quick menu navigasi :

  1. Pergi ke konten
  2. Pergi ke menu bagian utama
  3. Pergi ke Cari alat
  4. Buka menu Help
  5. Pergi ke modul
  6. Pergi ke daftar cara pintas keyboard

Bantuan menu :

  1. Sanofi Worldwide |
     
  2. Our Websites |
     
  3. Global Business Websites |
     
  4. Hubungi kami |
  5. Peta Situs |
  6. Bantuan
  1. Ukuran font

    Menurunkan Meningkatkan  
 
 

Hubungi kami

Sanofi Indonesia

PT Aventis Pharma

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2
Pulomas, Kayu Putih,
Pulogadung, Jakarta Timur 13210
Indonesia
Tel.: +62 (21) 489 2208
       +62 (21) 489 5608
Fax: +62 (21) 475 1035

Isi :

Diabetes

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak memproduksi atau menggunakan insulin, yaitu hormon yang dibutuhkan untuk memudahkan masuknya glukosa (yang dihasilkan pada saat makanan dicerna) ke dalam sel-sel tubuh dan untuk merubahnya menjadi glikogen, salah satu bentuk cadangan energi dalam organisme. Penyandang diabetes tidak memiliki insulin yang cukup, sehingga tidak dapat merubahnya menjadi glikogen. Oleh karena itu mereka memiliki tingkat glukosa (gula darah) diatas normal, yang disebut hiperglikemia.

 

Tipe diabetes

  • Pada diabetes tipe 1, terdapat gangguan produksi dan sekresi insulin. Ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang dan merusak sel-sel beta pankreas. Oleh karena itu, diabetes tipe 1 dapat termasuk penyakit autoimun dan tipe ini umumnya didapati pada usia muda.
  • Diabetes tipe 2 umumnya timbul pada usia dewasa dan merupakan gabungan antara kekurangan insulin dan resistensi terhadap insulin. Tipe ini sering berhubungan dengan kelebihan berat badan.

Gejala pada penderita diabetes

  • Keluhan klasik: buang air kecil yang berlebihan (lebih dari 2,5 liter per hari pada orang dewasa), rasa haus yang berlebihan, rasa lapar yang berlebihan, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
  • Keluhan lain yang bervariasi: badan lemas, kesemutan, gatal, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta rasa gatal di organ intim pada wanita.

Mengendalikan diabetes untuk mengurangi risiko

Meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat diobati atau dikendalikan dengan cara yang efektif. Hal-hal yang dipakai untuk memantau kondisi pasien diabetes adalah:

  • Kadar gula darah puasa, yang harus dipertahankan sedekat mungkin pada tingkat normal (paling sedikit dibawah 126mg/dL).
  • Kadar glycosylated haemoglobin atau HbA1C, yang menunjukkan tingkat gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Orang normal umumnya memiliki tingkat HbA1C diantara 4% dan 6%, sedangkan penyandang diabetes harus mempertahankan tingkat HbA1C di bawah 7%.

Diabetes yang tidak terkendali membawa risiko tinggi terjadinya komplikasi

Penyandang diabetes dengan kadar A1C yang terus menerus di atas normal (diabetes yang tidak terkendali) mempunyai risiko tinggi terhadap komplikasi, antara lain:

  • kebutaan
  • gagal ginjal
  • penjakit jantung
  • stroke
  • impotensi
  • gangren
  • kematian jaringan tubuh

Jumlah pasien yang meningkat

Jutaan orang di seluruh dunia menderita diabetes dan segala komplikasinya. Penyakit ini diderita oleh 200 juta orang saat ini dan statistik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan akan terdapat 300 juta orang yang menderita penyakit ini pada tahun 2025.

Di Indonesia sendiri, diprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes meningkat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2009, memprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes dari 7,0 juta pada tahun 2009 menjadi 12,0 juta pada tahun 2030.

Menurut penyelidikan epidemiologi, prevalensi diabetes meningkat secara cepat di Indonesia. Di daerah perkotaan, angkanya telah meningkat dari 1,7% pada tahun 1982 menjadi 5,7% pada tahun 1993 dan 12,8% pada tahun 2001. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2003, diperkirakan pada tahun 2030, sebanyak 12 juta penduduk di daerah perkotaan mengidap diabetes dan 8,1 juta pengidap diabetes di daerah pedesaan/rural yang berusia di atas 20 tahun.

 

Referensi:
Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Jakarta, 2011

Maret 24, 2014