Seorang anak sedang di vaksinasi

Vaksinasi

Vaksinasi

Vaksin memberikan manfaat penting kepada semua orang. Melalui vaksinasi, kita dapat melindungi diri dari penyakit infeksi yang berbahaya, bahkan penyakit mematikan.1

Berdasarkan WHO, pada tahun 2010-2015, setidaknya hampir 10 juta angka kematian di seluruh dunia berhasil dicegah oleh vaksinasi. Banyak kehidupan yang dilindungi dari berbagai penyakit seperti, pneumonia, diare, batuk rejan, campak, dan polio.2

Vaksinasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular yang tidak hanya diberikan kepada bayi, melainkan kepada orang dewasa juga. Adapun cara kerjanya yaitu dengan memberikan antigen bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan yang kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh untuk dapat mengetahui, menghancurkan, dan mengingat benda asing. Sehingga tubuh dapat dengan mudah mengenali dan mencegah benda asing yang nantinya masuk dan menyerang tubuh.3,4

Setiap negara memiliki program imunisasi yang berbeda – beda,  Indonesia dalam hal ini, mewajibkan agar setiap bayi mendapatkan imunisasi yang lengkap imunisasi yang lengkap dengan jadwal pemberian yang telah ditentukan.2

Saat ini, vaksinasi dapat mencegah beberapa penyakit infeksi dan terdapat beberapa vaksin baru yang memiliki potensi untuk melindungi dari lebih banyak penyakit.

Manfaat Vaksin Dalam Pengendalian Penyakit5

  • Pemberantasan Penyakit
    Dalam memberantas suatu penyakit, maka jumlah populasi di setiap wilayah dunia yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik haruslah tinggi dan dalam periode yang panjang, juga disertai pengawasan yang memadai.
  • Eliminasi Penyakit
    Kunci dari pencapaian untuk eliminasi jenis penyakit adalah 95% dari jumlah populasi memiliki kekebalan tubuh melalui vaksinasi dua dosis.
  • Kontrol Mortalitas, Morbiditas, dan Komplikasi
    Vaksin sangat efisien dalam melindungi setiap orang jika belum terpapar oleh suatu penyakit. Vaksinasi yang dilakukan sebelum bayi terkena paparan suatu penyakit dengan beberapa antigen adalah landasan program imunisasi untuk melawan jenis-jenis penyakit pada masa kanak-kanak. Vaksin juga dapat melindungi individu ketika diberikan setelah terpapar oleh penyakit tersebut, contohnya rabies, hepatitis B, hepatitis A, campak dan varicella.
  • Menurunkan Tingkat Keparahan Dari Suatu Penyakit
    Jika seseorang sudah di vaksinasi dan terkena suatu penyakit, maka penyakit yang dialami akan lebih ringan dibandingan jika orang tersebut belum di vaksinasi.
  • Pencegahan Infeksi
    Selain untuk mencegah seseorang terserang suatu penyakit, beberapa vaksin juga dapat melindungi terhadap infeksi. Vaksin Hepatitis A telah terbukti sama efektifnya (lebih dari 90% perlindungan) terhadap penyakit simptomatik dan infeksi tanpa gejala. Pencegahan lengkap infeksi jenis vaksin persisten telah dibuktikan untuk vaksin human papillomavirus (HPV). 27 Perlindungan ini disebut sebagai "Mensterilkan Kekebalan". 

Manfaat Lain Bagi Masyarakat

  • Perawatan dan Tabungan Bagi Masyarakat Penghematan ditingkatkan jika beberapa antigen dikirimkan dalam satu vaksin. Vaksin kombinasi membawa manfaat tambahan dari kepatuhan, cakupan, dan keamanan injeksi yang lebih baik.
  • Pencegahan Resistensi Terhadap Antibiotik Dengan melakukan vaksinasi maka kebutuhan akan penggunaan antibiotic juga akan berkurang, sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi terhadap antibiotic.
  • Perjalanan dan Mobilitas Yang Aman Dengan meningkatnya mobilitas pada setiap orang, maka kemungkinan untuk tertularnya sebuah penyakit juga sangat tinggi. Suatu penyakit dapat ditularkan melalui turis yang mengunjungi suatu negara atau sebaliknya. Maka dari itu, dibutuhkan vaksinasi untuk mencegah penularan terjadi. 

Flu6

Influenza, flu, atau common cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi peradangan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus.

Komplikasi yang bisa timbul akibat influenza atau common cold di antaranya:

  • Infeksi telinga akut (otitis media) yang terjadi akibat penyebaran virus ke belakang gendang telinga. Keluhan yang umumnya dirasakan adalah nyeri telinga.
  • Asma. Pada orang dengan riwayat asma, influenza dapat menjadi pencetus serangan asma.
  • Radang rongga sinus atau sinusitis. Pada influenza yang tidak tertangani dengan baik dapat terjadi peradangan pada rongga-rongga sinus. Keluhan yang dirasakan biasanya adalah nyeri pada daerah dahi atau sekitar tulang pipi saat posisi bersujud.
  • Infeksi penyerta atau infeksi sekunder yang ditumpangi bakteri, peradangan pada paru (Bronchiolotis) pada anak-anak. Infeksi sekunder ini harus mendapatkan penanganan dari dokter.

Diagnosis 

Penentuan diagnosis terhadap influenza atau common cold ditentukan berdasarkan:

  • Wawancara medis. Adanya keluhan bersin, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, hidung meler atau tersumbat, suara serak dengan atau tanpa demam.
  • Pemeriksaan fisik, dapat ditemukan demam.
  • Pemeriksaan darah dilakukan apabila gejala sudah berlangsung selama lebih 10 hari atau dengan demam mencapai 37,8°C.

Gejala

Gejala yang biasanya dialami orang dengan Influenza atau common cold di antaranya:

  • Sesak napas dengan atau tanpa sumbatan hidung.
  • Bersin-bersin.
  • Tenggorokan gatal.
  • Hidung meler.
  • Batuk.
  • Suara serak.
  • Lemas.
  • Sakit kepala.
  • Demam (biasanya ringan).
  • Mata berair.

Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 hari. Meski demikian, batuk dengan atau tanpa dahak seringkali berlangsung sampai minggu kedua.

Segera temui dokter Anda bila terdapat gejala berikut ini:

  • Demam tinggi 39,4°C.
  • Demam disertai dengan keringat berlebih, menggigil, batuk dengan dahak yang kental dan berwarna kuning, kehijauan atau disertai darah.
  • Nyeri atau pembengkakan pada daerah sekitar leher.
  • Nyeri pada daerah sinus.

Pada anak, segera temui dokter anak bila terdapat gejala berikut ini:

  • Demam 38°C atau lebih pada bayi di bawah usia 3 bulan.
  • Demam 40°C, pada usia berapapun.
  • Tanda- tanda dehidrasi, seperti buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya.
  • Tidak mau minum.
  • Demam lebih dari 3 hari.
  • Muntah- muntah atau nyeri perut.
  • Gangguan tidur terus-menerus.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri kepala hebat.
  • Leher kaku.
  • Menangis terus menerus tanpa sebab.
  • Nyeri telinga.
  • Batuk yang menetap.

Pengobatan

Pengobatan yang dapat dilakukan meliputi istrirahat, serta banyak minum dan obat- obatan. Usahakan untuk beristirahat serta selalu dalam keadaan hangat dan nyaman serta tidak menularkan penyakit pada orang lain.

Jika terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus menjalani istirahat total di rumah. Minum banyak cairan dapat membantu mengencerkan secret atau lendir hidung sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Untuk meringankan nyeri atau demam, dapat menggunakan parasetamol atau ibuprofen. Pada penderita dengan riwayat alergi, juga dapat diberikan antihistamin.

Jika batuk yang menyertai hebat, diperlukan bantuan obat antibatuk. Dalam hal ini, antibiotik tidak efektif untuk mengobati influenza atau common cold. Sebab umumnya influenza terjadi karena infeksi virus. Sedangkan antibiotik hanya terbukti efektif untuk infeksi bakteri.

Pencegahan

 

  • Pencegahan primer

    Dapat dilakukan dengan vaksinasi influenza. Efektivitas vaksinasi influenza diklaim memberikan perlindungan hingga 90 persen pada individu sehat berusia kurang dari 65 tahun. Bahkan, WHO merekomendasikan vaksin dilakukan setahun sekali sesuai dengan tipe virus influenza yang sedang beredar

  • Pencegahan sekunder

    Pencegahan influenza atau common cold yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sebaiknya sering mencuci tangan, membuang tisu kotor pada tempatnya serta membersihkan permukaan barang-barang. Beberapa sumber mengatakan vitamin C dosis tinggi bisa mengurangi risiko terinfeksi influenza.

    Penyebab 

  • Penyebab influenza atau common cold adalah virus. Sedikitnya ada 100 jenis virus yang dapat menyebabkan influenza.
  • Namun di antara banyaknya jenis virus tersebut, yang paling sering adalah rhinovirus yang sangat menular.
  • Virus penyebab influenza atau common cold mudah ditularkan melalui ludah yang dibatukkan atau dibersinkan oleh penderitanya. Selain itu, tangan ataupun benda-benda lain yang terkontaminasi virus juga dapat menjadi media berpindahnya virus.

Referensi:
1 https://www.vaccines.gov/basics/index.html .Diakses .pada tanggal 6 Juni 2018.
2 http://www.who.int/publications/10-year-review/vaccines/en/ .pada tanggal 6 Juni 2018.
3 file:///C:/Users/I0345189/Downloads/InfoDatin-Imunisasi-2016.pdf  .pada tanggal 6 Juni  2018.
4 http://www.who.int/topics/vaccines/en/  .pada tanggal 6 Juni  2018.
5 http://www.who.int/bulletin/volumes/86/2/07-040089/en/ .pada tanggal 6 Juni 2018.
6 https://www.klikdokter.com/penyakit/influenza last accessed on October 4, 2018