Diabetes

Diabetes

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Oleh karena itu tingkat glukosa (gula darah) diatas normal atau, hiperglikemia. Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan kadar gula darah.1

Tingginya gula darah dapat mengarah kepada kerusakan yang serius pada hati, pembuluh darah, mata, ginjal dan saraf. Diperkirakan terdapat 629 juta penderita diabetes di dunia di tahun 2045.

Tipe Diabetes3

  • Diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan membunuh sel – sel beta pada pankreas yang menyebabkan insulin yang dilepaskan di dalam tubuh tidak ada atau sangat sedikit. Akibatnya gula menumpuk di dalam darah dan tidak dilepaskan sebagai energi. Diabetes mellitus tipe 1 kebanyakan diderita oleh anak-anak dan remaja yang pada umumnya tidak gemuk.
  • Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dilepaskan (insensitivitas insulin) atau tidak menghasilkan insulin yang cukup. Akibatnya gula menumpuk di dalam darah dan tidak dilepaskan sebagai energi. Kebanyakan orang menyandang diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa, namun anak – anak juga dapat terinfeksi.
  • Diabetes gestasional merupakan suatu kondisi sementara yang terjadi selama kehamilan. 

Gejala Pada Penderita Diabetes4,5

  • Keluhan klasik: buang air kecil yang berlebihan, rasa haus yang berlebihan, rasa lapar yang berlebihan, mudah lelah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
  • Keluhan lain yang bervariasi: luka yang sulit sembuh, badan lemas, kesemutan, gatal, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta rasa gatal di organ intim pada wanita.

Pencegahan Diabetes6

Sampai dengan saat ini pencegahan diabetes tipe 1 belum diketahui. Penyebab utama yang dapat memicu proses penghancuran sel tubuh yang memproduksi insulin juga masih dalam penelitian. Namun ada banyak bukti bahwa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah terjadinya diabetes tipe 2. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes adalah :

  • Menjaga berat badan
  • Melakukan kegiatan fisik minimal 30 menit setiap hari
  • Pola makan seimbang dan bergizi
  • Pola tidur
  • Perilaku lain yang juga dapat dipertimbangkan dalam mencegah diabetes tipe 2 adalah:
    • Merokok
    • Stres dan depresi

Diabetes Yang Tidak Terkendali Membawa Risiko Tinggi Terjadinya Komplikasi7

Penyandang diabetes dengan kadar gula yang tidak terkontrol secara terus-menerus dapat memiliki risiko terhadap komplikasi, yaitu penyakit jantung, kerusakan pada saraf, ginjal, mata dan kaki, infeksi pada kulit, gangguan pendengaran, Alzheimer serta  depresi.

Sedangkan pada ibu hamil dengan diabetes, jika kadar gula darah tidak terkontrol secara terus-menerus dapat menyebabkan komplikasi seperti :

  • Pertumbuhan berlebih
  • Diabetes tipe 2 pada ibu dan bayi di kemudian hari
  • Kematian pada bayi penderita diabetes gestasional yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian bayi baik sebelum atau segera setelah lahir.
  • Preeklampsia. 

Prevalensi Diabetes Di Indonesia2

Hampir 80% penderita diabetes berada di negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Pada data IDF tahun 2017, Indonesia menempati peringkat ke enam di dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko. Di dunia, estimasi jumlah orang dengan diabetes adalah sebanyak 10 juta jiwa.

Prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia cenderung meningkat, di mana pada tahun 2007 sebesar 5,7% dan tahun 2013 sebesar 6,9%. Pada tahun 2045, jumlahnya diperkirakan menjadi 16,7 juta penderita diabetes dengan usia  20-79 tahun.


Referensi:

1 http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf . diakses pada tanggal 15 Mei 2018.
2 International Diabetes Foundation, IDF DIABETES ATLAS – Eighth edition 2017, rel="noopener noreferrer" 7 & 46. 3 http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/204871/9789241565257_eng.pdf;jsessionid=3F65D7142038D79E6BE70A2FA2025EF7?sequence=1. rel="noopener noreferrer" Diakses pada 15 Mei  rel="noopener noreferrer" 2018.
4 https://www.webmd.com/diabetes/guide/understanding-diabetes-symptoms#1 .Diakses rel="noopener rel="noopener noreferrer" noreferrer" pada 15 Mei rel="noopener noreferrer" 2018.
5 http://www.diabetes.org/diabetes-basics/symptoms/ .Diakses rel="noopener rel="noopener noreferrer" noreferrer" pada 15 Mei 2018.
6 http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes .Diakses  rel="noopener noreferrer" pada 15 Mei 2018.
7 https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444