Onkologi

Onkologi

Kanker merupakan suatu istilah yang mengacu pada pertumbuhan sel yang abnormal. Sel kanker dapat terbentuk di jaringan tubuh manapun dan terus bertumbuh tak terkendali.1,2 Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis kanker, termasuk kanker payudara, kulit, paru – paru, kolon dan limfa.2

Saat kanker berkembang, proses pada tubuh yang telah teratur menjadi rusak. Ketika sel terus menjadi abnormal, sel – sel yang tua dan rusak bertahan hidup ketika seharusnya sel tersebut mati, dan sel – sel baru yang tidak dibutuhkan terbentuk. Sel – sel ini dapat terus menerus membelah diri dan membentuk pertumbuhan yang disebut tumor. Tumor ganas dapat menyebar atau menyerang jaringan yang berada didekatnya. Selain itu, ketika tumor ini tumbuh, beberapa sel kanker dapat pecah dan bergerak ke tempat yang jauh di dalam tubuh melalui darah atau sistem getah bening dan membentuk tumor baru yang berbeda dari tumor aslinya.3

Insidens4

Berdasarkan data di WHO pada tahun 2014, angka kematian yang disebabkan oleh kanker sebesar 195.300 jiwa dengan jumlah angka kematian pada pria sebesar 103.100 jiwa dan pada wanita sebesar 92.200 jiwa. Lima jenis kanker yang sering dialami oleh pria yaitu kanker paru-paru, colorectum, prostat, hati dan nasofaring. Sementara jenis kanker yang sering pada wanita adalah kanker payudara, serviks, colorectum, ovarium dan paru – paru.

Faktor Risiko5

Beberapa penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena kanker. Beberapa faktor risiko kanker termasuk paparan bahan kimia atau zat lain, dan beberapa hal yang tidak dapat dikcontrol, yaitu umur dan riwayat keluarga.

Daftar di bawah ini termasuk faktor risiko yang diketahui paling dikenal atau dicurigai untuk kanker.

  • Umur
  • Alkohol
  • Zat-Zat yang Menyebabkan Kanker
  • Inflamasi kronis
  • Diet
  • Hormon
  • Imunosupresif
  • Agen Penular
  • Obesitas
  • Radiasi
  • Sinar matahari
  • Rokok

Gejala Dan Tanda Kanker

Secara umum, saat awal munculnya kanker, seseorang mungkin tidak merasakan adanya gejala. Gejala dan tanda kanker yang dapat dirasakan tergantung kepada letak sel kanker, ukuran sel tersebut dan seberapa besar dampaknya terhadap organ dan jaringan lain disekitarnya. Jika sel kanker telah menyebar (metastasis), maka gejala dan tanda dapat muncul di beberapa bagian tubuh.6

Gejala yang umumnya terjadi pada pasien kanker adalah demam ringan, kelelahan sepanjang waktu, atau penurunan berat badan yang progresif tanpa sebab nyata. Hal ini dikarenakan sel kanker yang menggunakan banyak energi tubuh. Namun, gejala tersebut juga dapat merupakan gejala dan tanda akibat dari penyakit lain selain kanker. Biasanya, kanker pada tahap awal tidak menimbulkan rasa sakit. Maka dari itu, dibutuhkan skirining untuk deteksi dini kanker.7

Skrining

Pemeriksaan kanker bagi yang belum memiliki gejala disebut dengan skrining. Skrining dapat membantu dokter untuk mendeteksi dini jenis kanker dan perawatan yang dibutuhkan, sebelum ditemukannya gejala klinis selanjutnya. Deteksi dini sangatlah penting, karena jaringan abnormal atau kanker jika ditemukan lebih awal, maka lebih mudah untuk diobati. Sedangkan jika gejala sudah terlihat, maka sel kanker sudah mulai menyebar dan lebih sulit untuk diobati. Beberapa pemeriksaan skrining telah dibuktikan dapat mendeteksi dini kanker dan mengurangi kemungkinan kematian akibar kanker.6

Pilihan Terapi Kanker

Pengobatan bekerja sangat efektif saat sel kanker ditemukan sejak dini, dimana sel tersebut masih kecil dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.5

Modalitas pilihan terapi kanker saat ini meliputi: pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormonal, imunoterapi, dan transplantasi sel punca (stem cell). Menghindari faktor risiko dan melakukan pemeriksaan skrining adalah upaya preventif penyakit kanker.6


Referensi:
1 https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/cancer-basics/what-cancer.Diakses pada 14 Mei 2018.
2 https://www.webmd.com/cancer/default.htm.Diakses pada 14 Mei 2018.
3 https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer.Diakses pada 14 Mei  2018.
4 http://www.who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf?ua=1.Diakses pada 14 Mei  2018.
5 https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk.Diakses pada 14 Mei 2018.